Rabu, 14 November 2012

Artikel Desain Produk

DesainProduk (Industrial Design) adalah bidang ilmu /keahlian dalam perencanaan dan perancangan bendapakai/ fungsional untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan produk benda bagi kebutuhan manusia, yang bertolak dari kenyamanan manusia sebagai pengguna dan perkembangan prinsip-prinsip industri yang melingkupinya.
Kenyamanan manusia mencakup: kenyamananin derawi (sensing conformity); kenyamanan fisik (ergonomics), dan; kenyamanan nilai dan makna produk (productsemantics). Sedangkan Prinsip-prinsip industry meliputi: teknologi (material, mekanika, elektronika, informatika, dll.); polakonsumsi dan produksi (manajemenproduksi, marketing, perlindunganhukum, dll.); lingkunganbinaan (ecology, urban development, dll.) dan studi kebudayaan (material culture, lifestyle, dll.)

Sejarah
Pada tahun 1972, pendidikan tinggi Desain Produk mulai dirintis di ITB, melalui pendirian Studio Desain Produk. Merupakan pendidikan tinggi Desain Produk pertama di Indonesia.
Pada tahun 1996, Studio Desain Produk – ITB, mendaftarkan diri dan diterima menjadi anggota ICSID (International Council of Society of Industrial Design). Pada tahun yang sama, Imam Buchori Zainuddin, salah seorang dosen di Studio Desain Produk, diangkat menjadi Guru Besar untuk bidang Desain Produk di ITB.
Pada tahun 1998, Studio Desain Produk yang semula hanya setingkat dengan jalur minat, kemudian ditingkatkan statusnya menjadi Program Studi Desain Produk (PSDP), yang diikuti pula dengan langkah-langkah pembaharuan pada kurikulum pendidikannya yang mengacu kepada upaya untuk menghadapi berbagai perubahan dan tantangan di masa depan.
Pada tahun 1999, PSDP secara aktif terlibat dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Desain Industri, yang kemudian disahkan oleh DPR-RI menjadi Undang-Undang No.51 Tahun 2000 tentang Desain Industri. Pada tahun 2004 berdasarkan ketetapan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Program Studi Desain Produk (Strata 1/Sarjana) – Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB, mendapat Akreditasi A.

ProspekKerja
PSDP bertujuan agar kelaklulusannyamemilikipengetahuan, keterampilan, etika, danwawasanluas yang berkaitandenganduniadesainprodukkhususnya, mampubekerjasecarainterdisiplinerdenganbidangkeilmuanterkaitlainnya, untukituterdapattigabidangutama yang padaumumnyadapatdilakukanolehseoranglulusan PSDP, yaitu:
 Industrial/Product Designer, yaitu desainer yang bekerja di industri berskala pabrikan/manufaktur;
Entrepreneurial Product Designer, yaitu desainer yang memiliki biro/konsultan desain produk atau desainer yang sekaligus menjadi industriawan/wirausahawan yang memiliki studio/workshop yang memproduksi sendiri hasil desainnya; dan atau
Product Design Researcher, yaitu peneliti, ilmuwan desain produk, dan atau pendidik, yang dapat bekerja di instansi pendidikan dan atau lembaga penelitian-pengembangan.
Para alumni Desain Produk, terutama bekerja dan menjadi tenaga ahli di lingkungan industri manufaktur produk, lembaga pemerintah maupun swasta, biro/konsultan desain, pendidikan desain, dan wirausaha desain.

PENCIPTAAN PRODUK BARU
Produk yang dihasilkan perusahaan, dalam perjalanannya tentunya mengalami tahapan seperti yang sesuai siklus hidupnya, sehingga pemilihan produk, pendefinisian produk maupun desain produk perlu secara terus menerus diperbaharui . Oleh karenanya mengetahui bagaimana menciptakan dan mengembangkan produk baru dengan berhasil sudah merupakan suatu kewajiban perusahaan yang ingin terus hidup.

1. Peluang Penciptaan Produk Baru
Keadaan yang memberikan peluang munculnya produk baru diantaranya adalah:
1. Pemahaman Konsumen
2. Perubahan Ekonomi
3. Perubahan Sosiologis dan demografis
4. Perubahan Teknologi
5. Perubahan Politik/Peraturan
6. Perubahan yang lain seperti:
a. Praktek di pasar
b. Standar profesi
c. Supplier
d. Distributor

2. Pentingnya Produk Baru
Perusahana perliu terus menerus melakukan upaya penciptaan produk baru atau pembaharuan produk karena untuk dapat mengimbangi persaingan yang dihadapi diantaranya produk substitusi maupun perubahan kebutuhan dan keinginan konsumen. Walaupun pada kenyataannya seringkali produk baru banyak yang gagal untuk dapat dipasarkan akan tetapi usaha yang terus-menerus untuk memperkenalkan produk baru harus tetap dilakukan . Oleh karenanya seleksi produk, pendefinisian produk maupun desain produk sangat penting dilakukan terus menerus sehingga manajer operasi dan organisasinya harus memahami resiko kegagalan yang mungkin terjadi. Dan harus menampung banyak produk baru sementara aktifitas yang dijalankan tetap dilakukan.

Ø  Tahapan Pengembangan Produk
a. Ide yang bisa berasal dari berbagai sumber dari dalam perusahaan misalnya bagian Riset dan Pengembangan dan dari luar melalui pemahaman perilaku konsumen, persaingan, teknologi, pekerja, persediaan. Tahapan ini menjadi dasar untuk memasuki pasar dan biasanya mengikuti strategi pemasaran yang dilakukan perusahaan.
b. Kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk merealisasikan ide. Dengan melakukan koordinasi dari berbagai bagian yang terkait di perusahaan yang bersangkutan.
c. Permintaan konsumen untuk menang dalam bersaing dengan cara mengidentifikasi posisi dan manfaat produk yang diinginkan konsumen melaului atribut tentang produk.
d. Spesifikasi fungsional :Bagaimana suatu produk bisa berfungsi? Dengan melalui identifikasi karakteristik engineering produk, kemungkinan dibandingkan dengan produk dari pesaing.
e. Spesifikasi produk : Bagaimana produk dibuat? Melaui spesifikasi fisik seperti ukuran, dimensi.
f. Review desain: Apakah spesifikasi produk sudah yang terbaik dalam memenuhi kebutuhan konsumen ?
g. Tes pasar: Apakah produk memenuhi harapan konsumen ? Untuk memastikan prospek ke depannya melalui perjualan dalam jumlah besar.
h. Perkenalan di pasar dengan memproduksi secara masal untuk dipasarkan.
i. Evaluasi: untuk mengukur sukses atau gagal, karena apabila gagal secara cepat bisa diganti produk lain.yang lebih menguntungkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar